- Jun 7, 2026
- 4 mnt baca
Badai Tropis Jangmi Hantam Jepang, Belasan Penerbangan di Haneda dan Narita Dibatalkan
TOKYO — Cuaca ekstrem kembali melumpuhkan sebagian wilayah Jepang pada pekan pertama bulan Juni 2026. Badai Tropis Jangmi dilaporkan menyapu kawasan timur-tengah negara tersebut, membawa hujan lebat dan angin kencang yang memicu kekacauan pada sektor transportasi darat maupun udara.
Pusaran badai yang bergerak agresif dari wilayah Okinawa terus meluas hingga mencakup area vital seperti Kansai, Tokai, dan Kanto. Kondisi ini memaksa otoritas setempat mengeluarkan peringatan dini dan mengambil langkah mitigasi darurat guna mencegah jatuhnya korban jiwa.
Kelumpuhan Total di Sektor Penerbangan: Dampak paling signifikan dari Badai Tropis Jangmi dirasakan oleh ribuan calon penumpang pesawat. Sejak Selasa (2/6) hingga Rabu (3/6), belasan jadwal penerbangan, baik rute domestik maupun internasional, terpaksa dibatalkan secara mendadak.
Aktivitas di empat bandara utama Jepang, yakni Bandara Internasional Haneda (Tokyo), Narita (Chiba), Kansai (Osaka), dan Chubu Centrair (Nagoya), mengalami gangguan parah. Pihak maskapai penerbangan dengan segera mengeluarkan instruksi pengalihan rute dan mengimbau penumpang terdampak untuk mengajukan penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian dana (refund).
Otoritas penerbangan sipil Jepang menegaskan bahwa pembatalan ini merupakan langkah keselamatan mutlak yang tidak bisa ditawar, mengingat jarak pandang yang minim dan kecepatan angin yang jauh melampaui batas aman untuk aktivitas lepas landas maupun pendaratan.
Jaringan Kereta dan Jalan Raya Terhenti: Tidak hanya di udara, kelumpuhan transportasi juga terjadi di darat. Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah merilis peringatan tingkat tinggi terkait potensi banjir bandang dan tanah longsor akibat intensitas curah hujan yang ekstrem.
Merespons peringatan tersebut, para operator kereta api mendadak menangguhkan sejumlah rute perjalanan, terutama yang melintasi area pesisir dan tebing. Pengelola jalan tol juga menutup sementara akses di berbagai ruas jalan raya utama karena genangan air yang membahayakan laju kendaraan.
Penangguhan layanan transit ini memicu penumpukan penumpang di berbagai stasiun besar dan menyebabkan kemacetan panjang di jalan-jalan arteri yang masih bisa dilalui. Pihak berwenang mengimbau masyarakat, termasuk wisatawan asing, untuk tetap berada di dalam ruangan dan memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala sebelum memutuskan untuk bepergian.
Hingga saat ini, pemerintah Jepang terus memantau pergerakan Badai Jangmi dan menyiagakan tim tanggap darurat di titik-titik rawan bencana di sepanjang wilayah Kanto dan Kansai. Masyarakat diminta tidak lengah meski badai diprediksi akan mulai melemah dalam beberapa hari ke depan.
Apakah artikel ini bermanfaat?
Artikel Terkait
Ingin Kerja di Jepang Tahun 2026? Pahami Aturan Baru 'Ikusei Shuro', Rincian Gaji, dan Biayanya
Jun 7, 2026
Kasus Penikaman WNI di Jepang: Ribut di Jalanan Chitose, Polisi Turut Terluka
Jun 5, 2026
Sunyinya Jepang: Hilangnya 3 Juta Penduduk dan Fenomena Jutaan Rumah 'Akiya' yang Terbengkalai
Jun 7, 2026
Selamat Datang di Website Baru LPK Yamaguchi Indonesia
Jan 1, 2024